Tutorial Membangun Server DNS (Domain Name System)

Sejarah Domain Name System (DNS) adalah kisah evolusi sistem yang memungkinkan kita untuk mengakses situs web dan layanan jaringan dengan menggunakan nama domain yang lebih mudah diingat daripada alamat IP numerik. Berikut adalah ikhtisar singkat tentang sejarah DNS:

  1. Awal 1980-an: Pada awal perkembangan internet, satu-satunya cara untuk mengakses situs web dan layanan jaringan adalah dengan mengingat alamat IP numerik yang panjang. Ini tidak efisien dan tidak praktis bagi pengguna biasa. Sebagai alternatif, diperlukan sistem yang memetakan nama domain ke alamat IP.
  2. 1983: DNS lahir ketika Paul Mockapetris merancang spesifikasi DNS dalam dokumen RFC 882 dan RFC 883. Ini menjadi dasar konsep yang menggantikan sistem host.txt sebelumnya yang menggunakan file teks panjang untuk mencocokkan nama domain dengan alamat IP.
  3. 1984: DNS pertama kali diimplementasikan di jaringan internet. Proses awalnya sangat sederhana dan terbatas dalam skala, tetapi membantu mengurangi kesulitan mengingat alamat IP.
  4. 1987: Pada tahun ini, Internet Engineering Task Force (IETF) mengambil alih pengembangan DNS dan mengembangkan versi yang lebih canggih dan tahan lama. Sistem DNS mulai memperluas kemampuannya dan menjadi lebih terdistribusi.
  5. 1990-an: Selama dekade ini, DNS mengalami beberapa perbaikan signifikan. DNSSEC (DNS Security Extensions) dikembangkan untuk memberikan lapisan keamanan yang lebih kuat pada sistem. Pengembangan varian DNS, seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain), yang sangat populer sebagai server DNS open source, membantu menyebarkan DNS ke seluruh dunia.
  6. 2000-an: DNS menjadi semakin penting dengan pertumbuhan internet. Munculnya layanan web, bisnis e-commerce, dan aplikasi online menggantikan beberapa alamat IP dengan nama domain yang mudah diingat. Selain itu, alamat IP semakin jarang digunakan langsung oleh pengguna.
  7. Hari Ini: DNS terus berkembang dan menjadi jantung internet modern. Ini memfasilitasi resolusi nama domain yang cepat, penyebaran konten, dan pengamanan internet. Berbagai perangkat lunak server DNS dan layanan DNS hosting telah dikembangkan dan digunakan di seluruh dunia.

DNS memainkan peran penting dalam memastikan keamanan dan keterhubungan internet saat ini. Ini memungkinkan kita mengakses situs web dan layanan online dengan cara yang lebih nyaman dan mudah diingat. Sejarah DNS mencerminkan betapa pentingnya pengelolaan sumber daya internet dan pembuatan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan internet yang pesat.

Langkah 1 : Instalasi packet

# apt install bind9 dnsutils net-tools 

Langkah 2 : menon-aktifkan netwok manager agar tidak mengganggu

# sytemctl stop NetworkManager.service

Langkah 3 : Melakukan konfigurasi ip address statik

# nano /etc/network/interfaces 	   
   auto eth0
   iface eth0 inet static
   address 192.168.100.5
   gateway 192.168.100.5

# /etc/init.d/networking  restart

Langkah 4 : Memasang DNS Client

# nano  /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.100.5

Langkah 5 : edit fie named.conf.local

# nano  /etc/bind/named.conf.local
zone "belajardns.com" {
   type master;
   file "/etc/bind/db.belajardns”;
   };


zone "100.168.192.in-addr.arpa" {
   type master;
   file "/etc/bind/db.1”;
   };

Langkah 6 : membuat file forward dan reverse

# cp   /etc/bind/db.local     /etc/bind/db.belajardns
# cp   /etc/bind/db.127     /etc/bind/db.1

Langkah 7 : edit file db,belajardns

# nano /etc/bind/db.belajardns

Langkah 8 : edit file db.1

# nano  /etc/bind/db.1
ralat angka 25 diganti 5 (sesuai dengan ip address yang digunakan)

Langkah 9 : Pembuktian

/etc/init.d/bind   restart

# ping  belajardns.com
# nslookup belajardns.com  ---> pembuktian forward
# nslookup  192.168.100.5 pembuktian reverse

Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Leave a ReplyCancel reply